Mesin Pencetak Uang

Berbagi dalam dunia Usaha
kini kami melakukan pengembangan server dengan hasil yang luar biasa,
yakni mesin penghasil uang.
sebuah piranti yang dapat menghasilkan uang,
1. Piranti Server Deposit Pulsa All Operator

Paket 1 Rp 10.000.000,-
– PC lengkap (monitor LCD)
– 2 HP Sender
– UPS
– Cashback deposit 1,5jt
… – 30 Spanduk
– Training sehari, langsung bisa beroperasi dan mendapatkan hasil yang tidak sedikit tentunya.

Paket 2 Rp 11.500.000,-
– PC lengkap (monitor LCD)
– 2 HP Sender
– UPS + Stabilizer
– Cashback deposit 3jt
– 30 Spanduk
– Training sehari, langsung bisa beroperasi dan mendapatkan hasil yang tidak sedikit tentunya.
silahkan bagi anda yang ingin mengembangkan usaha ini,

GambarOffice : Jln Taman Sirna Raga Rt 01/Rw 03 no.32 Pagerbarang
kab.Tegal 52462
Tlp (0283)6195976 / HP.085742284058

By dinarcolection

Kisah Seorang Ibu dan Anak

Gambar

Ibuku hanya memiliki satu mata. Aku membencinya, ia adalah sebuah hal yang memalukan. Ibuku menjalankan sebuah toko kecil pada sebuah pasar.

Dia mengumpulkan barang-barang bekas dan sejenisnya untuk dijual, apapun untuk mendapatkan uang yang kami butuhkan. Ia adalah sebuah hal yang memalukan.

Pada suatu hari di sekolah. Aku ingat saat itu hari ketika ibuku datang. Aku sangat malu. Mengapa ia melakukan hal ini kepadaku? Aku melemparkan muka dengan rasa benci dan berlari. Keesokan harinya di sekolah.. “Ibumu hanya memiliki satu mata?” dan mereka semua mengejekku.

Aku berharap ibuku hilang dari dunia ini maka aku berkata kepada ibu aku,”Ibu, kenapa kamu tidak memiliki mata lainnya? Ibu hanya akan menjadi bahan tertawaan. Kenapa Ibu tidak mati saja?” Ibu tidak menjawab. Aku merasa sedikit buruk, tetapi pada waktu yang sama, rasanya sangat baik bahwa aku telah mengatakan apa yang telah ingin aku katakan selama ini.

Mungkin itu karena ibu tidak menghukum aku, tetapi aku tidak berpikir bahwa aku telah sangat melukai perasaannya.

Malam itu, Aku terbangun dan pergi ke dapur untuk mengambil segelas air. Ibuku menangis disana, dengan pelan, seakan ia takut bahwa ia akan membangunkanku. Aku melihatnya, dan pergi. Karena perkataanku sebelumnya kepadanya, ada sesuatu yang mencubit hati aku.

Meskipun begitu, Aku membenci ibuku yang menangis dari satu matanya. Jadi, Aku mengatakan diri ku jikalau aku akan tumbuh dewasa dan menjadi sukses, karena aku membenci ibu bermata-satu aku dan kemiskinan kami.

Lalu aku belajar dengan keras. aku meninggalkan ibu dan ke Seoul untuk belajar, dan diterima di Universitas Seoul dengan segala kepercayaan diri. Lalu, aku menikah. aku membeli rumah milikku sendiri. Lalu aku memiliki anak-anak juga. Sekarang, aku hidup bahagia sebagai seorang pria yang sukses. aku menyukainya disini karena ini adalah tempat yang tidak meningatkan aku akan ibu.

Kebahagiaan ini menjadi besar dan semakin besar, ketika seseorang tidak terduga menjumpai aku “Apa?! Siapa ini?”… Ini adalah ibu aku.. tetap dengan satu matanya. Ini rasanya seperti seluruh langit sedang jatuh ke diri aku. Anak perempuan aku lari kabur, takut akan mata ibu aku.

Dan aku bertanya kepadanya, “Siapa Anda? aku tidak mengenalmu!!” sandiwara aku. aku berteriak kepadanya “Mengapa engkau berani datang ke rumah aku dan menakuti anak aku! Pergi dari sini sekarang juga!”

Dan ibu dengan pelan menjawab, “Oh, maafkan aku. aku pasti salah alamat,” dan dia menghilang. Terima kasih Tuhan.. Ia tidak mengenali aku. aku merasa cukup lega. aku mengatakan kepada diri aku bahwa aku tidak akan peduli, atau berpikir tentang ini sepanjang sisa hidup aku.

Lalu ada perasaan lega datang kepada aku.. Suatu hari, sebuah surat mengenai reuni sekolah datang ke rumah aku. aku berbohong kepada istri aku mengatakan bahwa aku akan pergi perjalanan bisnis. Setelah reuni ini, aku pergi ke rumah lama aku.. karena rasa penasaran saja, aku menemukan ibu aku terjatuh di tanah yang dingin. Tetapi aku tidak meneteskan satu air mata sekalipun. Ia memiliki sepotong kertas di tangannya.. dan itu adalah surat untuk diri aku.

=================================================
Anakku,

Aku pikir hidupku sudah cukup lama saat ini. Dan.. aku tidak akan mengunjungi Seoul lagi.. tetapi apakah itu terlau banyak jikalau aku ingin kamu untuk datang menunjungiku sekali-kali nak? aku sangat merindukanmu. Dan aku sangat lega ketika mendengar kamu akan datang dalam reuni ini.

Tetapi aku memutuskan untuk tidak datang ke sekolah.. Untuk Kamu.. aku meminta maaf jikalau aku hanya memiliki satu mata dan aku hanya membawa kemaluan bagi dirimu.

Kamu tahu, ketika kamu masih sangat kecil, kamu terkena sebuah kecelakaan, dan kehilangan satu matamu. Sebagai seorang ibu, aku tidak tahan melihatmu harus tumbuh dengan hanya satu mata.. maka aku memberikanmu mata aku.. aku sangat bangga kepada anak aku yang melihat dunia yang baru untuk aku, menggantikan aku, dengan mata itu.

Aku tidak pernah marah kepadamu atas apapun yang kamu lakukan. Beberapa kali ketika kamu marah kepada aku. aku berpikir sendiri,”Ini karena kamu mencintai aku.” Aku rindu waktu ketika kamu masih sangat kecil dan berada di sekitarku.

Aku sangat merindukanmu. Aku mencintaimu. Kamu adalah duniaku.

By dinarcolection

SURAT INSPIRASI

SURAT INSPIRASI

Inspirational Letter

Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.

Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.

Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb. Selain memperbaiki sepeda tsb, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil kerja di tempatnya.

Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja

Seorang anak berkata kepada ibunya: “Ibu hari ini sangat cantik.
Ibu menjawab: “Mengapa?
Anak menjawab: “Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah.

Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah.

Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah.
Temannya berkata: “Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, Tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur.
Petani menjawab: “Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku.

Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja.

Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya: “Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?

Ada yang menjawab: “Cari mulai dari bagian tengah.” Ada pula yang menjawab: “Cari di rerumputan yang cekung ke dalam.” Dan ada yang menjawab: “Cari di rumput yang paling tinggi. Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat: “Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana .

Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.

Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan: “Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku.”
Katak di pinggir jalan menjawab: “Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah.”
Beberapa hari kemudian katak “sawah” menjenguk katak “pinggir jalan” dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.

Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja.

Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang yang berjalan dengan gembira. Ada yang bertanya: “Mengapa engkau begitu santai?”
Dia menjawab sambil tertawa: “Karena barang bawaan saya sedikit.”

Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah dan memiliki secukupnya sajaGambar

By dinarcolection

Burung Kecil Pindah Rumah

Burung Kecil Pindah Rumah
Penulis : Adi Winarto
Selasa, 04 MAret 2012

有一只小鸟在忙于准备搬家,
Yǒuyī zhǐ xiǎo niǎo zài mángyú zhǔnbèi bānjiā,
Seekor burung kecil sedang sibuk untuk persiapan pindah rumahnya,

却遇到他的邻居。
Què yù dào tā de lín jū.
dan bertemu dengan tetangganya.

他的邻居问:「你要往哪里去?」
Tā de lín jū wèn:`Nǐ yào wǎng nǎ lǐ qù?’
Tetangganya bertanya: “Kamu mau ke mana?”

小鸟答:「我要搬到东边的树林去。」
Xiǎo niǎo dá:`Wǒ yào bān dào dōng bian de shù lín qù.’
Burung kecil menjawab: “Saya mau pindah ke hutan yang berada di sebelah timur.”

邻居又问:「这里住得蛮好的,为甚么要搬呢?」
Lín jū yòu wèn:`Zhè lǐ zhù de mán hǎo de, wéi shèn me yào bān ne?’
Tetangga bertanya lagi: “Di sini kamu hidupnya lumayan baik, mengapa mau pindah?”

小鸟就答:「你真的有所不知!
Xiǎo niǎo jiù dá:`Nǐ zhēn de yǒu suǒ bù zhī!
Burung kecil pun menjawab, “Tidakkah kamu mengetahuinya,

这里的人都讨厌我的歌声,
Zhè lǐ de rén dōu tǎo yàn wǒ de gē shēng,
Semua orang di sini tidak suka suaraku,

说我唱得太难听,所以我必须搬家。」
Shuō wǒ chàng de tài nán tīng, suǒ yǐ wǒ bì xū bān jiā. ‘
Mereka mengatakan bahwa suara saya sangat jelek, jadi saya harus pindah rumah.”

邻居就答道:「其实你不用搬家,
Lín jū jiù dá dào:`Qí shí nǐ bù yòng bān jiā,
Tetangganya pun berkata: “Sebenarnya kamu tidak perlu pindah,

只要改变唱歌的声音便可以。
Zhǐ yào gǎi biàn chàng gē de shēng yīn biàn kě yǐ.
tapi kamu hanya perlu mengubah suara nyanyianmu.

如果你不改变唱歌的声音,
Rú guǒ nǐ bù gǎi biàn chàng gē de shēng yīn,
Jika kamu tidak bisa mengubah / memperbaiki suara saat bernyanyi,

就算你搬到东边的树林去,
Jiù suàn nǐ bān dào dōng bian de shù lín qù,
Walaupun kamu pindah ke hutan yang berada di sebelah timur,

那里的人也一样会讨厌你。」
Nà lǐ de rén yě yī yàng huì tǎo yàn nǐ. ‘
Mereka yang di sana tetap tidak akan suka padamu.”

***

Cerita di atas, mengingatkan kita bahwa dalam kehidupan sehari-hari perlu ada introspeksi diri. Jangan selalu menyalahkan lingkungan kita, maupun mengkritik orang lain tidak cocok dengan kita, atau kita tidak cocok dengan orang tertentu. Sekali waktu, kita perlu melihat ke dalam diri sendiri. Pepatah bijak mengatakan: “Betapa bernilainya kesadaran diri”. Oleh karena itu, orang tidak bisa introspeksi diri, ke mana pun orang tersebut pergi, dia akan menemukan masalah yang sama, dan akhirnya dia akan kelelahan dan tidak tahu harus pergi ke mana lagi.

Bagikan ke teman Anda, Share & Be Happy!

By dinarcolection

Setiap Orang Mempunyai Kekuatan

Setiap Orang Punya Kekuatan
Penulis : Adi Winarto
Sabtu, 04 Maret 2012

Sadarkah kita bahwa setiap orang bisa saling memengaruhi, entah itu berskala besar atau kecil? Sekadar ucapan bahkan mampu menghancurkan sebuah mimpi. Sementara kata-kata semangat bisa menyebarkan benih kekuatan bagi orang lain.

Banyak studi ilmiah membuktikan kekuatan pengaruh ini. Salah satunya, hasil penelitian yang diadakan Harvard University pada 2007 silam menunjukkan bahwa peluang seseorang terkena obesitas meningkat jadi 57% jika ada temannya yang mengalami obesitas, 40% jika saudara kandungnya yang obesitas, dan 37% jika pasangan (suami/istri) yang obesitas.

Kekuatan pengaruh ini pernah dialami seorang bernama Patricia Buitrago. Sewaktu kecil, ia punya mimpi menjadi seorang guru karena terinspirasi oleh gurunya di kelas 4. Ironisnya, mimpi itu nyaris pupus juga dikarenakan seorang guru lainnya saat ia sudah duduk di kelas 10.

Suatu hari ketika memulai pelajaran, guru matematikanya itu memanggil Patricia ke mejanya. Dengan suara cukup keras, sang guru mengatakan padanya bahwa nilai-nilainya sangat buruk dan karenanya Patricia tidak naik kelas. “Kamu ini, tidak mengerti matematika! Kalau kayak begini, kamu tidak usah kuliah saja.” Begitulah kata-kata sang guru matematika itu.

Karena dibesarkan dengan pemahaman bahwa ucapan seorang guru itu adalah suatu kebenaran, Patricia pun menelan mentah-mentah perkataan sang gurunya tadi. Akibatnya, nilai-nilainya mulai menurun dan saat itu juga semangat untuk meraih impiannya terempas. Ia lulus SMA, menikah, dan bekerja di sebuah departemen store, serta menjadi “guru” bagi anak-anaknya. Tapi untungnya, ia mampu meraih kembali semangat itu dan menang dalam “pertarungan” mencapai mimpi. Ia menyelesaikan kuliah dan mendapatkan sertifikat resmi menjadi guru.

Sungguh hebat perjuangan dan hasil akhir yang dicapai seorang Patricia. Tapi, apakah “Patricia kecil” lainnya yang mungkin banyak di antara kita juga mampu meraih hasil akhir yang sama? Mungkin juga banyak yang masih terbenam dalam masa kecil mereka yang dibayang-bayangi perkataan gurunya yang serampangan.

Karena itulah, sejak dini kita perlu menyadari bahwa setiap tindakan dan ucapan kita memiliki pengaruh besar pada orang-orang di sekitar kita. Sebenarnya kejadian seperti yang dialami Patricia tadi bisa dicegah apabila setiap kita (termasuk sang guru matematikanya) memiliki kesadaran betapa besar dan kuatnya pengaruh kita terhadap sesama kita di sekitar.

Sebagaimana yang dikatakan John C. Maxwell, ahli masalah kepemimpinan dan penulis serta pembicara terkenal AS, “Setiap orang bisa menjadi plus atau minus dalam kehidupan orang lain.” Maxwell sendiri selalu berusaha untuk bertanya pada diri sendiri setiap kali bangun tidur, “Siapa yang bisa aku berikan pengaruh positif hari ini?” Hal itu menjadi kebiasaan dan gaya hidupnya hingga kini. Tak heran, hanya sukses besar yang diraih Maxwell.

Mari kita mulai kebiasaan yang sama dan terbukti positif. Setiap kali kita bangun pagi, jangan lupa untuk mengajukan pertanyaan ini kepada diri sendiri, “Pengaruh positif apa yang akan aku berikan kepada setiap orang yang akan kujumpai?” Selamat mencoba dan menikmati hasilnya! Luar Biasa!

By dinarcolection

Pria dan Keledainya

Pria dan Keledainya
Penulis : Adi Winarto
Senin, 20 Febuari 2012

Alkisah ada seorang pria dan anak laki-lakinya pergi ke pasar dengan membawa keledai mereka. Saat berjalan di pinggir jalan, mereka berpapasan dengan seorang warga desa. Orang itu berkata, “Payah sekali, buat apa bawa keledai kalau tidak dinaiki?”

Setelah itu, pria pemilik keledai menaikkan anaknya ke atas keledai dan mereka meneruskan perjalanan. Tapi sesaat kemudian, mereka kembali berpas-pasan dengan sekelompok pria. Salah satu dari mereka berkata, “Lihat anak malas itu. Ayahnya dibiarkan berjalan sedang dia sendiri naik di atas keledai.”

Kemudian, pria itu menyuruh anaknya turun dan dia sendiri naik ke atas keledai. Tetapi, mereka belum berjalan jauh ketika mereka bertemu dengan dua wanita. Salah satu dari wanita itu berkata pada temannya, “Tak tahu malu orang udik itu. Masa anak kecilnya dibiarkan berjalan.”

Mendengar omongan wanita itu, pria pemilik keledai itu menjadi bingung. Akhirnya, pria itu mengangkat anaknya untuk duduk di atas keledai. Ketika mereka tiba di kota, orang-orang yang lewat mencemooh dan menunjuk ke arah mereka. Pria pemilik keledai berhenti dan bertanya apa yang mereka olokan. Orang-orang itu berkata, “Tidakkah kau malu membebani keledai malangmu itu dengan kalian berdua?”

Pria itu dan anaknya turun dari keledai dan berusaha keras mencari jalan keluar. Mereka terus berpikir, hingga akhirnya mereka memotong sebatang galah. Kaki-kaki keledai itu diikatkan pada galah. Pria itu dan anaknya mengangkat keledai itu dengan batang galah itu dan memanggulnya. Mereka terus berjalan di tengah tertawaan banyak orang yang berpas-pasan dengan mereka hingga akhirnya mereka tiba di sungai dekat pasar. Saat itu karena salah satu kaki keledai itu lepas dari ikatan, si keledai menendang dan menyebabkan anak laki-laki itu menjatuhkan pegangannya pada galah. Sambil meronta-ronta, akhirnya keledai itu terjatuh ke sungai dengan kaki depannya masih dalam keadaan terikat. Keledai itu pun tenggelam.

***

Kisah ilustrasi di atas, mengingatkan kita bahwa kita tidak perlu dan tidak bisa menyenangkan semua orang. Jika kita tidak punya pendirian yang benar dan konsisten seperti pria pemilik keledai tadi, kita akan mudah terombang-ambing oleh perkataan dan cemoohan orang lain. Padahal belum tentu apa yang dikatakan atau dicemoohkan orang lain tentang diri kita, tidak benar adanya.

Karena itu, berhentilah untuk berusaha menyenangkan hati dan perasaan orang lain karena perbuatan ini akan sia-sia dan kita sendirilah yang akan menderita pada akhirnya. Jika kita meyakini betul bahwa tindakan kita itu benar, tidak merugikan sesama, dan tidak melanggar norma-norma yang ada di masyarakat, abaikan saja apa yang dikatakan orang lain!

By dinarcolection

Kisah Petani dan Putrinya

Kisah Petani dan Putrinya
Penulis : Tim Adi Winarto
Senin, 20 Februari 2012

Alkisah, bertahun-tahun silam di sebuah desa kecil tinggallah seorang petani yang malangnya memiliki utang sangat banyak kepada seorang lintah darat di desa itu. Si lintah darat itu, yang berhati culas, sangat menyukai putri sang petani yang cantik. Jadilah, si lintah darat mengajukan suatu perjanjian. Katanya ia akan menghapus seluruh utang sang petani jika si lintah darat itu bisa menikahi putrinya. Sang petani maupun putrinya sangat terkejut begitu mendengar usulan itu.

Si lintah darat itu menjelaskan, ia ingin agar semuanya berlangsung “adil”. Maka, ia akan memasukkan sebutir kerikil hitam dan putih ke dalam sebuah kantong uang yang kosong. Lalu, si gadis harus mengambil satu kerikil dari kantong itu.

1) Jika si gadis mengambil kerikil hitam, ia akan menjadi istri si lintah darat dan utang ayahnya akan dihapus.
2) Jika si gadis mengambil kerikil putih, ia tidak perlu menikahi si lintah darat tapi utang ayahnya masih bisa dihapus.
3) Jika si gadis menolak mengambil satu kerikil, ayahnya akan dipenjara.

Mereka akhirnya berdiri di sebuah jalan kecil yang penuh dengan kerikil dan terletak di halaman rumah sang petani. Saat mereka tengah berbincang-bincang, si lintah darat membungkuk untuk mengambil dua kerikil. Si gadis yang bermata tajam itu memperhatikan gerak-gerik si lintah darat. Dilihatnya si lintah darat mengambil dua kerikil hitam dan memasukkannya ke dalam kantong. Si lintah darat itu lalu meminta si gadis untuk mengambil satu kerikil dari kantong itu.

Sebelum memenuhi permintaan si lintah darat itu, si gadis menimbang-nimbang langkahnya selanjutnya. Si gadis itu akhirnya memasukkan tangannya ke dalam kantong uang dan mengeluarkan sebutir kerikil. Tanpa melihatnya, si gadis sengaja tidak memegang kerikil itu dengan benar sehingga kerikil itu tergelincir jatuh dan akhirnya bercampur dengan kerikil-kerikil lainnya di jalanan yang penuh dengan kerikil.

“Oh, ceroboh sekali saya,” katanya. “Tapi sepertinya tak jadi masalah, jika Anda melihat ke dalam kantong itu kerikil manakah yang tertinggal, Anda akan tahu kerikil mana yang baru saja saya ambil.”

Karena kerikil yang tersisa di dalam kantong adalah berwarna hitam, itu berarti si gadis telah mengambil kerikil putih. Dan karena si lintah darat itu tidak berani mengakui kecurangannya, si gadis itu akhirnya berhasil mengubah situasi yang awalnya terlihat mustahil itu menjadi keadaan yang sangat menguntungkan!

Sahabat yang Luar Biasa,

Sejatinya setiap persoalan serumit apa pun itu pasti akan ada solusinya. Hanya saja kita harus berusaha berpikir keras untuk menemukan solusi itu. Jika pikiran kita fokus, tajam, dan jernih ketika menghadapi persoalan apa pun, pasti akan ada hasil baik bagi pemecahan masalah itu. Namun sebaliknya, jika pikiran kita terlalu gelisah, sedih, dan kacau, otak kita akan kehilangan kemampuanya untuk berpikir positif dan akhirnya segala sesuatunya jadi terlihat kosong, suram, dan gelap tanpa memunculkan solusi apa pun.

Hal penting lainnya adalah memahami persoalannya, maka jawabannya akan muncul dengan sendirinya karena jawaban itu sebenarnya “tidaklah terpisahkan” dari masalahnya.

Salam sukses luar biasa!

By dinarcolection

4 Ucapan Terlarang untuk Anak

4 Ucapan Terlarang untuk Anak
Penulis : Tim Adi Winarto
Senin, 20 Februari 2012

Seorang anak memiliki daya serap yang tinggi terhadap lingkungan di sekitar. Karena itu, setiap orangtua ataupun orang dewasa yang berada di sekitarnya harus sangat berhati-hati dalam bersikap dan berkata-kata kepada sang buah hati.

Berikut adalah kata-kata yang sebaiknya tidak dilontarkan kepada anak-anak kita.

1) “Pergi sana! Bapak/Ibu mau sendiri!”

Kalimat semacam ini tidak jarang dilontarkan oleh orangtua yang merasa sudah keletihan sehabis pulang kerja. Namun ketika kata-kata ini kerap diucapkan pada anak, si anak akan berpikir bahwa tidak ada gunanya berbicara dengan orangtuanya karena mereka akan selalu diusir. Ucapan ini akan disimpan dalam memori si anak dan nantinya bisa ditiru olehnya ketika sudah dewasa.

2) “Anak saya…”

Ketika orangtua menyebut, “Anak saya itu penakut”, si anak akan menelan mentah-mentah sebutan itu tanpa bertanya apa pun. Pelabelan buruk semacam ini pada anak-anak akan melekat dalam benak mereka seumur hidup. Dan pada akhirnya label tersebut perlahan-lahan akan membentuk pribadi si anak sesuai dengan label itu.

3) “Jangan menangis”

Kata-kata ini mirip dengan, “Jangan cengeng” atau “Nangis melulu”. Bila anak-anak dilarang untuk menangis, hal ini akan memberi kesan bahwa emosi mereka tidak benar, bahwa tidak baik untuk merasa takut atau sedih. Padahal seorang anak belum mampu mengekspresikan emosinya melalui kata-kata, sehingga mereka hanya bisa menyalurkannya dengan cara menangis.

Mungkin sebaiknya kita sebagai orangtua mengatakan bahwa kita memahami perasaan sedih atau takut yang dialami si anak. Misalnya, “Ibu mengerti kamu takut masuk dalam kolam renang. Ibu janji tidak akan melepaskan kamu, Nak.”

4) “Kenapa kamu tidak bisa seperti saudaramu?”

Jika diperhatikan dengan baik, banyak sekali orangtua yang membanding-bandingkan anaknya entah itu dengan saudara kandung si anak itu sendiri atau juga teman-temannya. Tapi mungkin para orangtua perlu menyadari bahwa setiap anak adalah individu yang berbeda. Mereka tentunya memiliki kepribadian tersendiri. Membandingkan anak dengan orang lain berarti orangtua menginginkan si anak menjadi pribadi yang berbeda.
Salam Sukses Luar Biasaa…!!!!

By dinarcolection